Tuesday, January 28, 2014

Reveal Me #1

It’s me again. I write this story. It’s originally written for my self, in order to remind the-elder-me of how I walked through the life I had.

Introduction

I was born in Borneo, Indonesia. The seventeenth of October, nineteen ninety three. I am the first son and the last offspring in my family. My father is an architect and a construction project creator. My mother is a housewife. We moved several times, from one city to another city. This is why I never had a very-very best friend indeed, for so long.
I was in the golfyard. Very cute, haha

I lived my early life in Balikpapan, and then we moved to Purwokerto as my parents’ hometown, before we moved to Surabaya in early 1990’s. I enjoyed watching movie and reading, thanks to my mother. She is a very great teacher, since she always determined to educate me about everything. My father was very busy back then, so we only met at night. However, in the weekend, we always have some recreation to the amusement center nearby.


I always do some pose to be photographed, hehe

I also loved collecting animation figures and movie merchandise. We usually get these toys from fast-food “happy meal” package. Since I am the one and only child, I was always protected from the outside world. I didn’t spend much times outside the house, since I lived in a quite-not-so-good neighborhood in Surabaya. I was protected from vandalism, and I’m so thankful for that.

Kindergarten

My mother always took me to the kindergarten every morning and picked me up in the afternoon. One thing I remembered was, my kindergarten friends were really nice and kind. We enjoyed the playful condition. I made good friends here, and I still remember their cute faces. They are Rendi, Nurul, Mega, and some others. We enjoyed our Kartini celebration, we joined some fashion show competition, and we travelled to Songgoriti, Malang.

Nevertheless, my family moved from Surabaya to Sidoarjo not so long after I enjoyed my early kindergarten era. Unfortunately, I don’t know their full name. I never contacted them anymore ever since I moved. I wish I can meet them again and I really want to express my gratitude for the lovely childhood we had.

My family moved to a better neighborhood in Sidoarjo where I can play outside in a safe condition. We moved to Puri Surya Jaya (PSJ), specifically in Paris Garden. Yes, this housing is really great since they have many blocks with specified theme of the architecture. My family picked the Parisian theme. I really love the atmosphere here. We lived here for 8 years after.

This chapter will tell about how I continued my half-end kindergarten in Sidoarjo. From my opinion (at that time), this kindergarten is more down-to-earth and less sophisticated than my previous kindergarten. Unfortunately, as a new student, I didn’t really get along together with my new friends. I remember how had I tried to mingle, but it was difficult. These children were a little bit naughty (for my standards), who bullied me sometimes and teased me a lot. I was sad. However, there was always a good friend appearing from the moment. He was Niko Kurniawan Pratama. He was a good friend of mine.


- to be continued, soon -

Tuesday, January 21, 2014

CEMACUBE (Common European Masters course in Biomedical Engineering)

Assalammu'alaikum wr. wb.
Hey guys! Kebetulan menemukan artikel menarik ini, siapa tahu berguna bagi sahabat sekalian yang mau apply S2 di Eropa melalui Beasiswa Erasmus Mundus. Deadline application biasanya sekitar bulan Desember, sedangkan program dimulai September tahun selanjutnya. Jadi, bisa dipersiapkan dari sekarang bagi kakak-kakak yang sudah akan lulus S1 atau lulus pendidikan profesi.


CEMACUBE? Apaan sih?
Seperti namanya, ini adalah program master untuk Biomedical Engineering (BME) yang didanai oleh European Comission. Angkatan pertama program ini adalah pada tahun 2011, yang sebentar lagi akan lulus. Luar biasa, bukan? Ada beberapa spesialisasi dari BME, yang bisa kita pilih sendiri. Dalam program CEMACUBE kita akan dilatih bekerjasama dalam suatu tim dari berbagai disiplin ilmu, yaitu ahli teknik dan ahli kedokteran. Selain itu kita akan bekerjasama dalam suatu tim multikultural, serta harus bisa berkomunikasi dengan para profesor di bidang teknologi biomedis. 

Persyaratannya cukup banyak, karena ribet menerjemahkannya, saya kopi langsung dari sumbernya :
  1. A BSc in Biomedical, chemical, electronical or mechanical engineering, or applied physics.
  2. Original transcripts of records or degree certificate
  3. Degree certificates, originating from other than the consortium universities, will be judged by the consortium secretariat that use lists of universities with a sufficient level of quality.
  4. An excellent command of the English language is a prerequisite for participation in the CEMACUBE programme (Read more about the exact requirements here : http://www.biomedicaltechnology.eu/index.php/admission-procedure/selection-criteria/107-english-requirements)
  5. Academic excellence as is evident from the awarding institution of the first degree, the grades obtained and the content of two letters of reference.
  6. Well-written and well-considered motivation letter to follow the CEMACUBE-course (Fore more information about the motivation letter, click here :http://www.biomedicaltechnology.eu/index.php/admission-procedure/selection-criteria/105-letter-of-motivation)
  7. Relevant work experience to follow the CEMACUBE-course successfully as is made evident in a curriculum vitae.
  8. A completed application form received, which includes besides the above mentioned documents, one passport-sized photo and a copy of the passport.

Nah, itu tadi persyaratan buat masuk CEMACUBE nya. Tuition fee untuk negara berkembang adalah  € 8000,- per tahun (termasuk biaya kuliah, asuransi kesehatan, dan kursus bahasa). Tetapi kalau dapat beasiswa, bisa dicover sampai maksimal € 48.000,-.Lumayan kan? Hehe

Kalau mau informasi yang lebih lengkap mengenai bagaimana application for Erasmus Mundus Scholarship, bisa buka di link ini http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/programme/programme_guide_en.php.


Semoga bermanfaat, sukses ya!
Wassalammu'alaikum wr. wb.


Saturday, January 11, 2014

ohanaaa

saya mau posting dua staff kementerian ilmiah dan pers yang paling narsis hahaha


Tuesday, December 31, 2013

The Time Turner 2013

assalammu'alaikumwr. wb..
wah it's been so long since my last publishing, right? hehe.. malam ini (katanya) adalah malam tahun baru. oke, I believe it's time for me to really look what I've been through this year. bukan merayakan, hanya memanfaatkan momentum untuk introspeksi diri. hehehe...

nah. where to begin? semester 5 adalah yang paling utama. so let's start with it.

Nephrourinary System
blok pertama kami di semester 5. sebetulnya blok ini memiliki jadwal yang bisa dibilang relatif longgar dengan materi yang tidak sesulit blok sebelumnya -misalnya digestif atau dermatomuskuloskeletal- tetapi penuh tantangan. saya mengalami saat bahagia sekaligus saat-saat tersulit saat kuliah di blok ini. saya juga mendapat pelajaran yang amat berharga. pelajarilah bagaimana kita harus bersikap di hadapan berbagai orang. kita harus bisa menyesuaikan keadaan, membaca tanda tanda dalam kehidupan, lebih sensitif, dan harus jauh lebih down-to-earth. terkadang saat kita merasa kita sudah benar sekalipun, pasti selalu ada kesalahan yang kita perbuat. kesalahan itu belum tentu kita sadari lho, makanya kita selalu butuh sahabat dan orang tua untuk mengingatkan dan meluruskan kita. semoga semua kejadian di blok ini semakin mendewasakan diri ini :)

Reproductive System
ahaaaa! sejujurnya ini salah satu blok yang amat menantang di kedokteran. menantang dalam segi ilmu maupun kepadatan jadwalnya. we've got some serious academic problem here, karena memang dibutuhkan pemahaman yang amat kuat. tentunya, dibarengi dengan keberuntungan juga. hehehe... blok repro ini ada banyak ujian, dengan banyak "zonk" (istilah kami untuk ujian yang sulit). life lessons we have learned together was actually SIMPLE. hargailah orang-orang yang berjuang dengan keras bagi anak didiknya, karena terkadang apa yang kita lihat di luar hanya merepresentasikan secuil beban beliau. apapun hasil dari blok ini, yakinlah, pasti selalu ada hikmah dibaliknya. but sometimes I feel, have I tried my hardest to learn? daripada selalu terjebak dalam suasana galau akademik, lebih baik bersyukur, semangat, dan belajar lagi agar jadi dokter yang baik.

Early Clinical Community Exposure I
blok ini menarik karena seluruh blok klinis yang telah kami lewati dirangkum dalam suatu blok. ECCE mengajak mahasiswa menjadi dokter keluarga yang baik dan siap saing. getting ready for BPJS era, I suppose? hehehe... blok ini layaknya melatih bagaimana pola berpikir kita jika nanti sudah jadi dokter yang sebenarnya. dari yang biasanya berpikir deduktif, kita dilatih berpikir induktif. begitu pula sebaliknya. UKK alias ujud kelainan kulit adalah salah satu ujian yang (well) cukuo sulit karena banyak bagian yang "tricky". ujian SOCA juga (seperti biasa) sangat menantang. mengapa begitu? yap, karena ECCE ini adalah rangkuman berbagai blok klinis, jadi SOCA nya juga memiliki cakupan kompetensi yang luas. padahal waktu itu, SOCA bertepatan dengan hari peringatan "tolak kriminalisasi dokter". luar biasa, seluruh elemen kampus bergerak menyukseskan kedua hal, ujian dan masa depan dokter. kalau dikaitkan, semuanya terkoneksi dalam satu network, seperti layaknya daun dan pohon. daun memiliki program kerjanya masing masing namun saling terkait dalam menyokong stabilitas pohon. analogikan dengan mahasiswa dan dosen. kalau tidak ada dosen, mahasiswa tidak bisa dapat ilmu, tidak bisa diuji, tidak bisa dilihat kemampuannya, dan tidak akan bisa mengabdi ke masyarakat, sehingga bisa saja jatuh ke dalam kasus "yang tidak kita inginkan". that's the circle of life, that I've learned from this block. bahkan sebuah buku yang saya baca menyebutkan, berpikir positif bukan berarti membenarkan segala hal, namun mampu mengambil hikmah dari segala hal yang terjadi.

Medical Research Programme I
kali ini blok yang kami jalani tidak berfokus pada aspek klinis, namun lebih kepada pembekalan mahasiswa dalam menyongsong era skripsi. saatnya belajar tentang bagaimana menulis yang baik, menyusun karya tulis ilmiah, mempelajari metodologi penelitian, dan pastinya statistik. untungnya statistik akan jauh lebih lanjut dibahas di MRP kedua (fiiuuuuh, our brain won't blow away) haha. blok iniseru juga lho. ujian SOCA nya bahkan seperti ujian identifikasi, karena kita harus bisa mengidentifikasi poin poin penting dari suatu jurnal dan menginterpretasikannya dengan tepat. semoga kami jadi makin siap dalam membuat penelitian yang bonafit dan bermanfaat bagi semua bagian masyarakat.

Bioethics and Health Law IV
ups! kami baru saja akan masuk blok BHL IV esok tanggal 2 januari. jadi saya belum bisa cerita deh, haha, tapi saya yakin blok ini akan menyenangkan dan super bermanfaat! aamiin

Indonesian Medical Olympiad 2013
alhamdulillah saya bersama 11 teman-teman delegasi berkesempatan  untuk mewakili kampus dalam ajang kali ini. ada 6 cabang yang diperebutkan dalam IMO 2013 yang diadakan 12-16 september 2013 di fk unair. cabang tersebut antara lain cardiorespiration, digestive, musculosceletal, genitourinary, neuropsikiatri, dan infectious disease. saya bersama seorang sahabat saya (halimah) ikut di cabang digestive. sedikit cerita saja, persiapan tim saya sangat tidak matang. kami benar benar fokus belajar sekitar H-2 minggu karena sebelumnya kami sibuk di urusan lainnya. kami mencoba merangkum definisi, penegakan diagnosis, dan penatalaksanaan dari seluruh daftar silabus penyakit yang disediakan panitia (but we failed to finish this). kami juga mencari berbagai soal ukdi terkait sistem digestif. kami berhasil mengumpulkan ratusan soal tapi sayangnya hanya seperempat yang sempat dikerjakan (ngerjainnya di keretaa haha). kami juga hanya sempat belajar tentang anatomi dan histologi untuk ujian identifikasi di sana. bismillah saja deh, point of no return nih. oke, sesampainya disana kami mengikuti rangkaian acara hingga sampai ke ujian ujiannya. ada ujian tulis (MCQ) dan ujian identifikasi (OSPE). ternyata di ujian tulis materi yang diujikan cukup mendalam dan tidak hanya terbatas pada diagnosis dan penatalaksanaan penyakit tersebut, tetapi juga patofisiologi hingga farmakologi. kami belum mempersiapkan dengan baik jadinya kurang maksimal. nah, kalo OSPE beda lagi, karena OSPE terdiri dari soal anatomi, histologi, patologi anatomi, mikrobiologi, patologi klinik, dan radiologi. it's not even better, karena hanya anatomi dan histologi yang benar benar yakin kami kuasai. hasilnya, kami tidak tembus babak final, namun alhamdulillah menempati peringkat 9 dari sekitar 45 tim yang ikut di cabang digestif. pencapaian yang patut disyukuri mengingat tahun lalu hanya sampai 30 besar. namun tentu persiapannya harus semakin matang dan lebih "approach towards the medical experts" yang ada di kampus. semangat membanggakan unsoed!

Gadjah Mada Indonesian Medical Olympiad - Anatomi 2013
alhamdulillah saya dapat kesempatan mewakili kampus lagi untuk olimpiade anatomi gimsco di fk ugm. kali ini tidak ada cabang-cabang seperti di IMO karena hanya ada satu pemenang. berkaca dari kurangnya persiapan di lomba sebelumnya, saya dan 3 kawan delegasi berguru pada dosen anatomi kami dan dokter spesialis. kami juga berusaha menimba ilmu pada kakak koass yang merupakan asisten anatomi (mas adi). beliau beliau ini sungguh berjasa karena banyaaaaak sekali ilmu yang beliau berikan, yang bahkan kami sendiri belum pernah mendengarnya. bantuan dari kawan kawan pun banyak sekali -pinjaman buku, koper, diantar sampai terminal, dan pastinya konsumsi- hehehe... the gift of a friend banget. first, kami melalui babak penyisihan tahap 1. soal ujiannya berupa slide powerpoint berisi gambar struktur anatomi dan pertanyaan yang relevan. strukturnya sangat detail, begitu pula pertanyaannya. persiapan kami memang belum begitu  kuat apalagi di embriologi dan anatomi klinis, jadinya kami cukup kelabakan. alhamdulillah kami berempat masih bisa lanjut ke babak penyisihan tahap kedua. kali ini ujiannya berupa identifikasi preparat (disana disebut sebagai tentamen). luar biasa sekali cadaver yang ada di fk ugm, strukturnya lengkap, potongannya bisa dibilang luar biasa, dan pastinya mendetail. fiuh. saya dan adik kelas saya (dzicky) menjadi satu tim, sehingga nilai jawaban kami diakumulasikan. alhamdulillah, kami berempat masuk babak selanjutnya yaitu babak semifinal. kami sebenarnya sama sekali tidak menduga bisa lolos sampai semifinal, jadi ini merupakan anugerah yang luar biasa. kami berkesempatan mengikuti ujian tentamen lagi dengan struktur yang lebih detail dan tingkat kesulitan yang luar biasa. akhirnya, kami berempat terhenti di babak ini dan tidak melaju ke babak final. tim saya-dzicky menempati peringkat 16 dari 75 tim. selanjutnya, saat kami menyaksikan grand finalis berlaga di lomba cepat tepat, mereka sangat memukau dan luar biasa outstanding. memang kami masih jauh dari tingkat pemahaman mereka, jadi kami makin termotivasi untuk belajar lebih giat dan menambah beberapa hal dalam pembelajaran anatomi ke depannya. ganbatte!!

BEM dan UKM
ini salah satu yang sempat bikin galau juga, wahaha.. di tahun ketiga ini seharusnya pengurus BEM masih menjabat... namun beberapa pertimbangan yang sangat matang (dan pelik) mewajibkan saya melepaskan amanah di BEM. it's kinda sad feeling, karena saya sangat menikmati bekerja di BEM, apalagi di kementerian tempat saya bernaung, yaitu ilmiah dan pers. kami memiliki suatu motto yang kami kutip dari film lilo n stitch, yaitu "OHANA". ohana means family, family means nobody gets left behind or forgotten. tidak ada keluarga yang ditinggalkan maupun dilupakan. motto ini menbuat kami makin menyayangi satu sama lain, hingga tataran UKM yang kami monitoring. mungkin sedikit ironis, karena saya malah meninggalkan kementerian ini (sad for a moment). tapi saya yakin, kontribusi bisa selalu hadir dari manapun, walaupun secara struktural tidak ada disana. sejatinya pun saya dan kakak kakak tidak pernah benar benar akan meninggalkan kalian, you have my words. di tingkat ketiga ini, insya Allah saya masih ingin memberi manfaat di beberapa UKM yang memang sejak awal menjadi wadah mengekspresikan diri. insya Allah, semoga masih bisa bermanfaat bagi orang lain, aamiin. sejujurnya saya pun ingin belajar menyampaikan pendapat secara baik di hadapan petinggi kampus, agar bisa mengkritisi "beberapa hal" yang ada di tempat saya belajar ini secara bijak dan lugas. maybe it will alter "few things" towards a brighter side, I hope ^_^

hmmm, bagaimana? cukup panjang ya, ceritanya, hehe.. saya hanya ingin berbagi dengan tulus pada pembaca yang budiman. semoga apa yang saya tulis ini memiliki sedikit pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil bersama. akhir kata, semoga di tahun selanjutnya, kita semua menjadi insan yang lebih beriman, lebih bermanfaat, dan  jauh lebih baik ke depannya. aamiin ya rabbal alamiin...

Purwokerto, 31 Desember 2013. 22:23
R Bagas Wicaksono

Thursday, July 25, 2013

Catatan Calon Dokter: My Story #9

Catatan Calon Dokter: My Story #9: Cerita Semester Empat Assalammu'alaikum wr. wb. Bismillahirrahmanirrahim, akhirnya bisa juga ngeposting lagi di blog ini. Alhamdul...

Wednesday, July 24, 2013

My Story #9

Cerita Semester Empat


Assalammu'alaikum wr. wb.

Bismillahirrahmanirrahim, akhirnya bisa juga ngeposting lagi di blog ini. Alhamdulillah saya sudah selesai semester 4, fiuuuh, leganya, sudah lebih dari separuh perjalanan menuju S.Ked :)

Selama semester 4 di Kedokteran Unsoed, ada 5 blok yang kita pelajari lho. Let's check it out one by one. 

Pertama : Blok Respiration System
Blok pertama dengan 6 SKS ini memberi pengetahuan mengenai segala seluk beluk terkait sistem pernafasan manusia, mulai dari yang normal sampai penyakit dan cara pengobatannya. Blok ini tidak terlalu padat sebenarnya, tetapi ada praktik lapangan (PL) yang cukup menyita perhatian. Sebagai catatan nih, ini adalah blok klinis pertama yang memiliki komponen PL di dalamnya. Nah, di dalam PL blok Respi (begitu kami sering menyingkatnya), mahasiswa diwajibkan mencari satu pasien yang mengidap Tuberculosis Paru (TB Paru) dan melakukan pemeriksaan komprehensif dimana keluarga pasien juga ikut diperiksa. Cukup menegangkan lho, mengingat TB adalah penyakit menular, dan mahasiswa harus melakukan pemeriksaan sputum (dahak) pasien. Tetapi dengan prosedur yang aman, insya Allah semua berjalan lancar, dan alhamdulillah terbukti lancar. Menjadi suatu pelajaran bagi kami, bahwa dengan niat yang baik dan berhati-hati, pasien apapun akan menjadi berkah dan dapat diambil berbagai pelajaran dari beliau. Subhanallah :) Alhamdulillah blok ini berhasil saya lewati dengan lancar, berkat bantuan dari Allah dan dukungan dari banyak pihak, sehingga bisa mendapatkan nilai A bersama dua orang sahabat lainnya.

Kedua : Blok Cardiovascular System
Yeah, blok kedua di semester ini membahas tentang jantung dan pembuluh darah. Blok dengan 5 SKS ini menuntut pemahaman yang tinggi lho, karena mahasiswa wajib menggunakan logikanya untuk merunut berbagai peristiwa di sistem tubuh manusia yang satu ini. Hmm, sebenarnya sih, bukan hanya blok ini yang butuh permainan logika, namun blok inilah yang sebenarnya bisa menjadi sangat mudah kalau saja logika dan pemahaman kita akan fisiologi jantung cukup kuat. Ada salah seorang dosen di blok ini yang menjadi idaman teman-teman perempuan di kelas kami, hahaha.. Beliau masih muda, sudah spesialis, cara mengajarnya kece badai dan pastinya ganteng (katanya). Menurut saya sih, selama ada orang yang cerdas pasti akan terlihat lebih menarik dan kadar kegantengan-nya meningkat. Nah, beliau ini salah satu sosok yang inspiratif bagi saya pribadi. Selalu bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kami dengan cara berpikir yang simple tetapi dapet banget. Luar biasa. Blok ini tidak ada PL nya, tetapi ujiannya bermacam-macam dan cukup susah. Salah satunya adalah EKG (elektrokardiografi). Itu lho, sandi rumput yang bisa menunjukkan status kelistrikan jantung pasien. Hmmm, untuk mempelajarinya butuh berbagai trik nih, disamping pemahaman dan logika. Harus sering-sering membaca EKG! Membaca di sini bukan berarti membaca buku "saja" tapi benar-benar membaca sandi rumput itu dan menginterpretasikannya. Jujur saja, sampai saat ini kalau dihadapkan dengan EKG belum tentu bisa langsung mudeng, butuh loading agak lama (hiks). Oiya, pengumuman nilai blok yang satu ini cukup mendebarkan lho. Pada waktu pengumuman nilai, ada banyak teman-teman yang mendapatkan C, bahkan tidak ada di angkatan kami yang dapat A. Wah, sudah banyak yang deg-degan nih, dan setelah berkonsultasi dengan dosen, rupanya memang ada satu komponen yang belum dimasukkan ke nilai blok (fiuh untunglah). Alhamdulillah, diadakan revisi nilai, dan ada dua di dalam angkatan kami yang dapat A, serta tidak ada lagi nilai C. Alhamdulillah, Allah swt. begitu baik terhadap saya sehingga bisa menjadi salah satu yang dapat A. Benar-benar penuh perjuangan, hehe...

Ketiga : Blok Digestive System
Naaaaah blok yang satu ini amat sangat menyita pikiran, tenaga, dan segalanya. Terkesan sedikit lebay sih, tapi memang begitulah adanya. Digest (panggilan akrab blok ini) memiliki 6 SKS. Wah, kalau para pembaca tahu jadwalnya, pasti akan berdecak kagum (berharapnya sih begitu :p) karena amat sangat padat setiap harinya. Satu hari tiga kali praktikum pernah terjadi di salah satu gelombang (seingat saya). Praktikumnya sih menyenangkan, cuma karena waktu yang jadi semakin padat, mahasiswa jadi kurang persiapan gitu dan berujung pada pemahaman yang kurang maksimal. Untungnya pemahaman masih bisa dikejar dengan belajar bersama dan berkonsultasi dengan asisten dosen yang ada di hampir semua laboratorium. Alhamdulillah mereka sangat membantu kami dalam belajar :) Blok Digest memiliki banyak sekali komponen penilaian, dan menjadi yang terbanyak di semester 4 ini. Ujiannya sampai 16 kali lho (kalau tidak salah hitung). Luar biasa bukan? Apalagi yang bikin palpitasi (bahasa ilmiahnya deg-degan) adalah kalau ada 1 saja ujian yang tidak lulus, mahasiswa bisa jadi tidak lulus blok dan kehilangan nilai satu blok. Seram? Ya, beginilah adanya, karena sistem pendidikan kami memang seperti ini. Sebenarnya ada maknanya lho, kalau kita mau mencoba memahami. Dokter diharapkan menjadi penolong nyawa manusia, kan? Nah di dalam melakukan praktik kedokteran nanti, kami harus sempurna dalam melaksanakan segala sesuatu, berhati-hati dalam setiap detil, cermat, dan lengkap dalam melaksanakan prosedur. Satu saja prosedur gagal, bisa berujung pada kematian pasien dan berakhir pada ketukan palu hakim dalam kasus malpraktik. Naudzubillah. Untuk itulah dosen-dosen kami selalu menekankan untuk jangan mengejar nilai, tetapi pemahaman dan harus bisa menjadi yang terbaik dengan prinsip fastabiqul khairaat. Walau memang pahit, namun ini adalah cara kami ditempa untuk menjadi lebih baik. Mohon doanya yaaa :) Alhamdulillah walaupun sangat lelah dan mengalami penurunan kebugaran tubuh, hasil akhirnya memuaskan. Banyaknya bantuan dari berbagai pihak saat berjalannya blok, teman-teman dan sahabat yang saling bantu-membantu, dan angkatan yang kompak dan solid, membuat teman-teman kami ada yang meraih nilai A, dua orang. Alhamdulillah, saya salah satunya... Lagi-lagi, Allah swt. memberikan keberuntungan, kemudahan, dan kelancaran bagi saya. Tidak akan mungkin saya bisa meraih nilai tersebut tanpa campur tangan Allah. Semoga ilmu yang diraih kami semua diridhoi oleh Allah swt dan menjadi barokah buat kami, aamiin...

Keempat : Blok CHEM IV
Masih ingat CHEM? Yap, Community Health and Environmental Medicine adalah kepanjangannya. Blok ini (4 SKS) adalah seri terakhir dari  serial CHEM yang kami dapatkan di setiap semester 1 s.d. 4. Kami belajar bagaimana cara mengetahui permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat, menentukan prioritas, dan menyusun pemecahan masalah. Tentu saja (seperti biasanya) blok ini dilengkapi PL. Senangnya, kami bisa jalan-jalan ke puskesmas yang jauh dari pusat kota! Kebetulan kelompok saya mendapatkan puskesmas di kecamatan Sumbang, dekat sekali dengan air terjun (curug). Pengalamannya sungguh luar biasa, selain kami melakukan survey kepada masyarakat di wilayah kerja puskesmas tersebut, kami juga menjadi semakin dekat dengan masyarakat. Inilah salah satu bukti implementasi visi Kedokteran Unsoed, untuk mencetak dokter desa, dokter yang dekat dengan masyarakat dan sumber daya pedesaan, namun berwawasan global dan siap meraih masa depan yang gemilang. Bonusnya, kelompok saya bisa jalan-jalan ke curug di akhir PL, hehehe... Alhamdulillah, blok ini mencetak banyak peraih nilai A, termasuk saya dan banyak sahabat lainnya.

Kelima : Blok BHL III
Bioethics and Health Law selalu menjadi penutup tiap semester, sejak semester dua hingga semester tujuh nanti. Sudah ketiga kalinya kami mendapatkan blok BHL, dan insya Allah hati nurani mahasiswa Kedokteran Unsoed menjadi semakin tajam untuk memahami kasus-kasus yang dilematis. Ada empat bahasan utama di blok ini, yaitu Vulnerability and Discrimination, Complementary and Alternative Medicine, Effective Teamwork, dan Equity in Healthcare. Bahasa gampangnya, kami membahas tentang diskriminasi yang terjadi di masyarakat, pengobatan tradisional, kerja tim, dan keadilan dalam pelayanan kesehatan. Blok ini sangat menyenangkan! Setelah tiga blok klinis dan satu blok CHEM yang kami lewati, blok ini serasa oase di gurun pasir. Moral games dan diskusi kelompok yang dihadirkan membuat penerapan materi yang kami dapat menjadi semakin baik. Mau contoh kasus dilematis? Saya kasih satu deh dengan perubahan secukupnya, hehe...  
Dalam sebuah rumah sakit, datang dua orang pasien. An. X sebagai salah satu pasien berusia 19 tahun, merupakan anak dari bupati yang bersifat adidaya dan menjadi salah satu donatur utama RS tersebut. X mengalami perdarahan kepala yang cukup masif. Pasien satunya adalah Bapak Y yang berusia 56 tahun. Bp. Y mengalami kerusakan hati dan mengalami perdarahan organ dalam. Bapak Y hanyalah seorang masyarakat miskin dengan empat orang anak dan seorang istri. Dokter UGD harus memutuskan akan memilih pasien yang mana yang ditangani, karena hanya satu pasien yang bisa ditangani dengan sarana dan prasarana yang ada di RS tersebut
Nah lho, bingung kan? Memang begitulah keadaan yang sebenarnya di masyarakat nanti. Oleh karena itu kemampuan kami dalam menganalisis kasus seperti ini harus diasah terus dengan menggunakan prinsip bioetika dan hukum kesehatan. Luar biasanya, blok dengan 1 SKS ini mencetak 85 peraih nilai A, top scorer banget deh. Saya alhamdulillah ikut terbawa gerombolan itu, hehehe... Semoga hasilnya berkah, aamiin...

Hal lain yang terjadi di semester ini
Alhamdulillah, di blok cardiovascular saya mengikuti seleksi mahasiswa berprestasi (mapres) sekaligus seleksi asisten laboratorium anatomi. Awalnya saya sama sekali tidak percaya diri mengikuti seleksi mapres fakultas, mengingat usia saya yang terlalu muda dan belum banyak pengalaman. Semua kandidat mapres di fakultas saya sudah menginjak tahun ketiga, alias angkatan 2010. Saya satu-satunya yang masih di tingkat dua, angkatan 2011. Namun, dosen dan staff kependidikan di kampus banyak yang mendukung dan memotivasi saya untuk tetap mengikuti seleksi ini. Baiklah, dengan segenap tekad dan mengucap bismillah, saya pun menjalani serangkaian tahap seleksinya. Hal yang paling sulit adalah membuat karya tulis ilmiah, karena saya baru pertama kalinya membuat KTI sendirian. Sebelumnya saya mengikuti lomba KTI dalam bentuk tim. Hmmm, sangat menantang. Alhamdulillah dosen pembimbing saya amat mendukung, memotivasi, dan benar-benar membimbing saya dari nol sampai jadi. Bahkan dosen-dosen lain turut membantu memberi masukan. Saya jadi ingat ada sebuah pepatah, "saat kamu bersungguh-sungguh, alam semesta akan membantu kamu", benar-benar luar biasa bantuan dari Allah swt... Singkat cerita, akhirnya tibalah hari penilaian mapres fakultas. Ada tiga hal yang dinilai yaitu presentasi KTI dalam bahasa indonesia, kemampuan presentasi KTI dalam bahasa inggris, serta wawancara tentang kegiatan non akademik. Beberapa waktu kemudian muncullah Surat Keputusan Dekan yang menyatakan saya menjadi juara pertama mapres fakultas. Alhamdulillah, ini benar-benar nikmat yang luar biasa.... Nah selanjutnya saat di seleksi universitas, saya kembali berhadapan dengan para senior dari 7 fakultas lain. Alhamdulillah saya menjadi juara tiga, lumayan banget buat seorang pemula untuk masuk tiga besar.
Seleksi anatomi yang saya ikuti bersama 18 kandidat lain juga menyimpan cerita yang cukup panjang. Mulai dari seleksi berkas, ujian tulis (yang soalnya sangat suliiiiiiit), ujian identifikasi, dan wawancara telah kami jalani bersama. Di antara kandidat asisten anatomi, kami sudah membuat ikatan kekeluargaan yang kuat, banyak sahabat saya yang mengikuti seleksi ini, sehingga kami merasa sangat dekat dengan semuanya. Kami harus membuat proposal peningkatan kualitas laboratorium, dan ternyata banyak proposal kami yang bisa dijalankan secara simultan. Bahkan saat wawancara dan tes psikologis, kami saling mendukung dan menyemangati. Begitu juga saat membuat video microteaching. Akhirnya saat pengumuman, hanya 12 orang diantara 19 kandidat yang terpilih. Alhamdulillah saya diterima bersama 11 kandidat lainnya. Namun, jujur saja, malam itu cukup berat, karena harus kehilangan 7 sahabat lain yang sudah berjuang bersama-sama selama lebih dari satu bulan. Yap, insya Allah keputusan ini adalah yang terbaik dari Allah swt. Semoga jalan kami untuk mengabdikan ilmu kami di laboratorium anatomi menjadi berkah buat kami, dan selalu bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, aamiin ya rabbal alamiin...

Nah begitulah cerita saya di semester empat ini. Semoga menginspirasi untuk menjadi lebih baik ya, semoga sedikit catatan perjalanan saya ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terimakasih sudah membaca!

Wassalammu'alaikum wr. wb.


Wednesday, January 23, 2013

My Story #8

Beasiswa DataPrint


Assalammu'alaikum wr.wb. Bismillah :)
Nah teman-teman, kali ini saya akan sedikit membagi kabar bahagia. Alhamdulillah, postingan saya di awal blog ini tentang pendaftaran beasiswa membuahkan hasil. Alhamdulillah, akhirnya mendapatkan beasiswa ini :') Setelah bersaing dengan ribuan pendaftar lainnya. Uuu, terharu sekali, hehe. Untuk memenangkannya, saya harus bikin essay ilmiah dulu tentang pendidikan seks. Kali ini saya ingin membagi bersama teman-teman karena menurut saya, essay ini cukup bermanfaat buat dibaca :) Silakan menikmati.


INTEGRATED FORMAL SEX EDUCATION
(Pendidikan Seks Terintegrasi dalam Sekolah Formal)

            Globalisasi yang sudah terjadi saat ini memudahkan pertukaran informasi bagi siapa saja dan mengenai apa saja. Seperti yang telah dinyatakan AVERT (organisasi internasional peduli HIV/AIDS), kita dapat menjumpai iklan maupun tayangan televisi yang menunjukkan perilaku mengarah ke seks bebas. Hal ini  turut ditunjang oleh pergaulan yang juga semakin bebas.
            Komisi Perlindungan Anak Indonesia pada tahun 2010 menyatakan 32% remaja Indonesia telah melakukan hubungan seks. 51% remaja Jabodetabek telah melakukan seks bebas. Kementerian Kesehatan pada tahun 2010 melaporkan 21.770 kasus AIDS dan 47.157 kasus HIV positif dimana 48,1% diantaranya berusia 20-29 tahun. Sungguh ironis.
            Dokter Boyke Dian Nugroho berpendapat bahwa hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDS dan hubungan seks yang berisiko. Kita tidak mungkin membiarkan generasi penerus bangsa ini terjerumus dalam ikatan seks bebas hingga akhirnya terjangkit HIV/AIDS. Untuk itulah, pendidikan seks ini mendesak untuk diimplementasikan di sekolah sejak usia dini.
            Sex education (pendidikan seks) adalah sebuah proses untuk memperoleh informasi serta membentuk perilaku terkait seks termasuk kepercayaan, identitas seksual, hubungan, dan keintiman (IPPF, 2008). Pendidikan seks terintegrasi dalam sekolah formal merupakan langkah untuk memasukkan elemen pendidikan seks dalam kurikulum sekolah.
            Menurut Mueller (2008), waktu ideal bagi siswa-siswi untuk menerima pendidikan seks tersebut adalah sebelum pubertas. Maka, sejak kelas 5 Sekolah Dasar (SD) sebaiknya mereka sudah mendapatkan pengetahuan dan pendidikan seks. Mereka akan memiliki dasar pengetahuan yang kuat tentang kesehatan reproduksi dari berbagai aspek, tepat sebelum organ reproduksi mereka aktif secara biologis saat pubertas. Menurut penelitian Kirby (2007), setelah implementasi kurikulum sex education pada sekolah di Amerika Serikat, tidak ada peningkatan angka aktivitas seks seperti yang dikhawatirkan, namun justru terdapat penurunan aktivitas seksual dan peningkatan kesadaran akan kesehatan seksual.
            Pendidikan seks di Indonesia sebaiknya dimasukkan ke dalam mata pelajaran Biologi bab Reproduksi, serta ditambahkan pada materi pelajaran Agama dan Bimbingan Konseling (BK). Siswa-siswi akan diberikan pemaparan mengenai perkembangan organ reproduksi mereka secara anatomi, fisiologi dan hormonal, sehingga mereka mengetahui organ tubuh mereka dan bagaimana cara merawat serta menjaga kebersihannya. Tidak hanya itu, mereka juga akan diberi pengetahuan mengenai pembentukan sperma dan ovum, menstruasi, proses kehamilan, hingga kontrasepsi.
            Transmisi penyakit menular seksual (salah satunya HIV/AIDS) merupakan salah satu topik krusial yang wajib diberitahukan secara detil disertai dampak dan mekanisme transmisi yang lengkap. Hubungan antar laki-laki dan perempuan secara psikologis dan sosiologis juga dapat dibahas secara interaktif melalui pendampingan guru BK. Tentunya hal ini perlu dilengkapi dengan pengetahuan mengenai pandangan agama terkait hubungan seks pranikah.
            Pemberian materi akan dilaksanakan dengan metode mini lecture dan peer-group discussion sehingga siswa-siswi dapat membahasnya secara santai dan tidak membosankan, dengan disertai berbagai tugas kelompok yang menunjang, misalnya membuat poster anti seks bebas. Mengasyikkan, bukan? Peralatan multimedia juga dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa-siswi akan pentingnya mengetahui kesehatan reproduksi sehingga mencegah terjadinya seks bebas yang akhirnya berujung pada penyakit menular seksual, kehamilan yang tidak diinginkan, dan kematian.
            Pendidikan seks terintegrasi merupakan jawaban atas tingginya angka seks bebas sekaligus tingginya penyakit menular seksual pada remaja Indonesia. Jadi, tunggu apa lagi? Save the young generation and save the nation!


DAFTAR REFERENSI:
1.      AVERT. 2012. Sex Education That Works. Available at: http://www.avert.org/sex-education.htm
2.      Burhani, R. 2010. Artikel "BKKBN: 51 Persen Remaja Jabodetabek Tidak Perawan". Available at:
3.      Ingham, R. dan Van Zessen, G. 1997. From individual properties to interactional processes dalam L. Van Campenhoudt, M. Cohen, G. Guizzardi and D. Hausser (eds) Sexual Interactions and HIV Risk. London: Taylor & Francis.
4.      International Planned Parenthood Foundation. 2008. Sexual Rights: An IPPF Declaration. Available at : http://www.ippf.org/en/Resources/Statements/Sexual+rights+an+IPPF+declaration.htm
5.      Kirby, D. 2007. Emerging Answers 2007: New Research Findings on Programs to Reduce Teen Pregnancy - Full Report. National Campaign to Prevent Teen Pregnancy. Available at: http://www.thenationalcampaign.org/resources/reports.aspx.
6.      MetroTVnews. 2010. Artikel "32 Persen Remaja Indonesia Pernah Berhubungan Seks". Available at: http://metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/05/17/105501/32-Persen-Remaja-Indonesia-Pernah-Berhubungan-Seks
7.      Mueller, T.E., Gavin, L.E., and Kulkarni, A. 2008. The Association Between Sex Education and Youth's Engagement in Sexual Intercourse, Age at First Intercourse, and Birth Control Use at First Sex. Journal of Adolescent Health 42: 89-96.
8.      Purdy, C.H. 2006. Fruity, Fun and Safe: Creating a Youth Condom Brand in Indonesia. Elsevier’s Reproductive Health Matters 14(28): 127–134.
Vandicap. 2010. Seks Bebas, Perilaku Remaja Masa Kini. Available at: http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2086499-seks-bebas-perilaku-remaja-masa/